Memo Indonesia.my.id | Bondowoso — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pemberdayaan komunitas dan penciptaan lapangan kerja di daerah. Program ini melibatkan kader Posyandu, PKK desa, serta tenaga lokal dalam proses distribusi dan operasional MBG.
Pelibatan masyarakat tersebut diatur dalam Keputusan Kepala BGN RI No. 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Tahun Anggaran 2026, yang menegaskan pendekatan berbasis komunitas dalam pelaksanaan program.
Kader Posyandu dan PKK dilibatkan karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat serta pemahaman terhadap kondisi sosial dan kebutuhan gizi di wilayah masing-masing. Peran mereka dinilai penting untuk memastikan distribusi MBG berjalan tepat sasaran dan diterima dengan baik oleh penerima manfaat.
Selain memperkuat distribusi, Program MBG juga memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja. Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan tenaga kerja di berbagai lini, mulai dari pengolahan, distribusi, hingga pengawasan, yang mayoritas direkrut dari masyarakat setempat.
Keberadaan MBG di daerah diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia. “Program MBG tidak hanya meningkatkan status gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja baru dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pelayanan publik.
Pemerintah memperkuat distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) melalui jaringan posyandu di berbagai daerah. Skema ini diharapkan membuat penyaluran bantuan gizi lebih tepat sasaran sekaligus menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.
Pembagian makan bergizi gratis (MBG) merupakan intervensi gizi berbasis komunikas untuk mencegah stunting berupa pendristibusian paket makanan bergizi melalui kegiatan posyandu. kegiatan ini melibatkan kader posyandu ,bidan desa, serta Tim Pendamping Keluarga desa. dengan metode pengambilan langsung diposyandu atau didistribusikan kerumah-rumah yang ada balitanya.
salah satu tujuan pemberian MBG untuk meningkatkan gizi dan mencegah stunting serta meningkatkan kesadaran gizi keluarga dengan sasaran balita ibu hamil dan ibu menyusui, Selasa (28/07/26)
(Rds)








