Beranda / Daerah / Dalam Rangka Memperkuat Sinergitas, Tim KPH Melakukan Pertemuan Bupati Sumbawa, Berikut Keterangannya!

Dalam Rangka Memperkuat Sinergitas, Tim KPH Melakukan Pertemuan Bupati Sumbawa, Berikut Keterangannya!

Memo Indonesia.my.id | Sumbawa — Dalam rangka memperkuat sinergitas pelaksanaan Program Sumbawa Hijau Lestari, perwakilan Tim Pelaksana Inovasi PENTASILVA Balai KPH Wilayah V bersama Camat Plampang, para Kepala Desa, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) melakukan pertemuan dengan Bupati Sumbawa untuk menyampaikan konsep dan mekanisme pelaksanaan program di Kecamatan Plampang.

Tim Pelaksana Inovasi PENTASILVA dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Kasi Perencanaan, Pemanfaatan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2HPM) selaku Ketua Tim Inovasi dan Kasi Pengamanan dan KSDAE selaku Wakil Ketua Tim Inovasi Balai KPH Wilayah V. Kehadiran keduanya sekaligus membawa konsep inovasi kolaboratif yang telah dikembangkan KPH dalam mendorong perubahan pola pengelolaan lahan masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa pelaksanaan Program Sumbawa Hijau Lestari perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang selama ini masih memiliki ketergantungan terhadap pola tanam lama, khususnya tanaman palawija. Oleh karena itu, perubahan pola pengelolaan lahan tidak dilakukan secara mendadak, tetapi melalui mekanisme transisi bertahap yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk tetap memperoleh penghasilan selama proses perubahan berlangsung.

Konsep yang ditawarkan adalah pembagian lahan yang dikelola masyarakat ke dalam beberapa blok pengelolaan, dengan dua pola penanaman yang berjalan secara bertahap. Pada blok tertentu masyarakat masih dapat mempertahankan pola lama sebagai sumber pendapatan jangka pendek, sedangkan blok lainnya mulai diarahkan untuk menerapkan agroforestry secara berjalur, dengan memadukan tanaman kehutanan dan tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Pola tersebut diharapkan menjadi jembatan perubahan dari monokultur menuju agroforestry, tanpa menghilangkan sumber pendapatan masyarakat secara tiba-tiba. Seiring berjalannya waktu, blok yang masih menggunakan pola lama secara bergilir akan diarahkan menjadi blok agroforestry, sehingga pada akhirnya seluruh areal pengelolaan dapat menerapkan pola yang lebih beragam, produktif, dan mendukung kelestarian hutan pada tahun 2029.

Pelaksanaan mekanisme tersebut akan dikawal secara kolaboratif oleh Balai KPH Wilayah V, Kecamatan Plampang, Pemerintah Desa, KTH, serta unsur Pentahelix lainnya, termasuk dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan mitra pendukung. Pendekatan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan, pengembangan tanaman produktif, penguatan kelembagaan kelompok, serta pengembangan hasil hutan dan sumber pendapatan masyarakat.

Bupati Sumbawa menyetujui mekanisme yang ditawarkan oleh Balai KPH Wilayah V bersama Camat Plampang dan Pemerintah Desa, karena dinilai memberikan pendekatan yang lebih realistis dan bertahap dalam mewujudkan Program Sumbawa Hijau Lestari. Kesepakatan tersebut menjadi penguatan komitmen bersama untuk menjadikan Kecamatan Plampang sebagai salah satu lokasi percontohan pengelolaan lahan berbasis agroforestry dan kolaborasi multipihak menuju PENTASILVA (Pentahelix for Sustainable Forest Governance)

(Ansori)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *