Memo Indonesia.my.id| Bondowoso –| Berawal dari laporan masyarakat Kecamatan Cermee informasi nya lagi marak pencurian kayu Perhutani. Dan meminta pihak wartawan untuk melakukan penelusuran agar terungkap siapa dalang pencurian kayu tersebut, Jumat 29/5/2026
Awak media langsung melakukan investigasi ke lokasi pencurian kayu. Setelah tiba di lokasi, awak media bertemu dengan warga setempat di lahan wilayah Desa Solor Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso.
Awak media langsung melakukan konfirmasi salah satu mantri terkait ada laporan masyarakat bahwa di lahan Perhutani khusus di wilayah cermee ada kegiatan pembalakan kayu jati.
Tim media tetap melanjutkan penelusuran masuk ke wilayah penebangan pohon kayu jati tersebut.
Kemudian awak media konfirmasi dengan Mantri, salah seorang oknum pegawai Perhutani melalui pesan singkat via whatsapp. Mantri, “Tidak memberikan keterangan apapun
Setelah itu awak media konfirmasi selanjutnya dengan Asper melalui pesan singkat via whatsapp. juga tidak memberikan keterangan.
Sehubungan dengan penangkapan kayu jati di petak 12 oleh perhutani dan Polsek Cermee Kabupaten Bondowoso menuai pertanyaan dari masyarakat sekitar. Petak 12 RPH Kladi BKPH Prajekan berada di posisi pinggir jalan.
Pembalakan liar yang di lakukan warga sangat tidak masuk di akal karena dari sekian ratus pohon pasti di lakukan dalam waktu yang cukup lama, lantas kemana petugas perhutaninya, KRPH (MANTRI) juga BKPH (ASPER) ketika di konfirmasi awak media belum bisa memberikan tanggapan apa apa.
Tersangka yang sudah di tahan 1 orang sedangkan yang lain dalam proses pemanggilan oleh reskrim polres Bondowoso, dari beberapa permasalahan yang ada di KPH Bondowoso mungkin RPH Kladi sorotan paling tajam bagi petinggi perhutani, karena dalam satu lokasi di temukan ratusan tunggak.apakah ini suatu kelalaian petugas atau di duga ada kerja sama.
Barang bukti yang sudah di amankan kurang lebih 6 truk dan separuh nya masih di lokasi.
Sampai berita ini di terbitkan belum ada tanggapan dari KRPH kladi dan BKPH prajekan.
Salah satu aktivis di bondowoso, Kus Fajar yang dikenal mas Angga, angkat suara dengan adanya dugaan pembalakan kayu tetsebut mengungkapkan rasa kecewa kepada pihak perhutani atau oknum perhutani bondowoso yang tidak ada kesigapan apa-apa dengan pembalakan kayu jati tersebut.
Lanjut mas angga, ada apa dengan para oknum perhutani kok sampai saat ini tidak ada tindakkan yang tegas yang katanya sudah di tim oleh pihak oknum perhutani, “jelasnya angga
(Fajar)








