Beranda / Daerah / Waspada..! Jasa Pembuatan Barcode BBM Bersubsidi di Media Sosial Diduga Jadi Modus Penipuan

Waspada..! Jasa Pembuatan Barcode BBM Bersubsidi di Media Sosial Diduga Jadi Modus Penipuan

Memo Indonesia.my.id | Boyolali — Masyarakat pengguna kendaraan yang membutuhkan barcode untuk pembelian BBM bersubsidi melalui MyPertamina diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap tawaran jasa pembuatan barcode yang beredar di media sosial, khususnya Facebook dan YouTube.
Modusnya terbilang meyakinkan. Oknum menawarkan jasa pembuatan barcode dengan dalih membantu masyarakat memperoleh akses pengisian BBM bersubsidi. Setelah calon korban mengklik iklan atau tawaran di media sosial, komunikasi kemudian diarahkan melalui nomor telepon atau WhatsApp tertentu dengan nomor 087 …
.6013( 4 digit terakhir )dan ini hampir saja menimpa kepada seorang awak media.sabtu siang (15/08/2026)

Dalam prosesnya, calon korban diminta mengirimkan foto kendaraan dan foto STNK. Bahkan, dengan alasan STNK hilangpun oknum tersebut mengaku tetap dapat membantu hanya dengan menggunakan foto kendaraan dan BPKB.

Setelah terjadi kesepakatan mengenai biaya administrasi Rp 150 ribu, kurang lebih 30 menit korban kemudian diberitahu bahwa barcode telah selesai dibuat dan harus segera Transfer Beaya Rp 150 ribu, Ke Norek BRI an Ahmad Suhud, Namun persoalan baru muncul ketika barcode tersebut disebut harus diaktifkan terlebih dahulu dengan cara mengisi saldo ke dalam akun.
Untuk meyakinkan korban, oknum biasanya memberikan penjelasan bahwa saldo tersebut nantinya dapat ditarik kembali secara tunai atau digunakan sebagai pemotong saldo ketika melakukan pengisian BBM di SPBU.
Ternyata Barcode tersebut setelah di cek ke SPBU tidak aktif.

Di sinilah masyarakat patut berhenti sejenak dan berpikir.
Jangan mudah percaya hanya karena pelaku menggunakan istilah resmi, mengirimkan kartu atau barcode, maupun memberikan penjelasan yang terdengar masuk akal.
Masyarakat perlu memahami bahwa barcode untuk pembelian BBM bersubsidi bukan alasan bagi seseorang untuk meminta masyarakat mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi atau mengisi saldo melalui mekanisme yang tidak jelas sumber dan legalitasnya.

Apalagi jika prosesnya dilakukan sepenuhnya melalui media sosial, tanpa kantor yang jelas, tanpa identitas badan usaha yang dapat diverifikasi, serta meminta dokumen kendaraan dan data pribadi.
Modus semacam ini bukan hanya berpotensi menyebabkan kerugian uang, tetapi juga membuka peluang penyalahgunaan data kendaraan dan dokumen pribadi yang telah dikirimkan kepada pihak tidak dikenal.

Karena itu, masyarakat jangan terjebak pada kalimat “saldo bisa ditarik kembali”, “hanya untuk aktivasi”, atau berbagai janji lain yang membuat calon korban merasa uang yang ditransfer tetap aman.
Jangan sampai barcode belum digunakan, tetapi uang sudah melayang.

Masyarakat disarankan mengurus pendaftaran dan penggunaan BBM bersubsidi melalui kanal resmi Pertamina/MyPertamina serta tidak menyerahkan foto STNK, BPKB, identitas, maupun data kendaraan kepada pihak yang tidak dapat dipastikan legalitas dan kewenangannya.

Jika menemukan tawaran jasa pembuatan barcode yang mencurigakan, masyarakat sebaiknya tidak melakukan transfer, tidak memberikan OTP atau kode keamanan, dan menyimpan bukti percakapan, nomor telepon, rekening, serta iklan yang ditawarkan untuk kepentingan pelaporan.

Barcode BBM memang penting bagi pengguna BBM bersubsidi. Tetapi jangan sampai kebutuhan mendapatkan barcode justru dimanfaatkan menjadi pintu masuk penipuan.
Masyarakat harus cerdas: pastikan sumbernya resmi, jangan tergiur kemudahan, dan jangan percaya sebelum semuanya terverifikasi.

(Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *