Memo Indonesia.my.id | Boyolali — Komitmen SPPG Manggis, Mojosongo, Kabupaten Boyolali, dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diwujudkan melalui berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan. Tidak hanya berfokus pada penyediaan menu yang memenuhi standar gizi, SPPG Manggis juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) para relawan yang menjadi ujung tombak dalam proses pengolahan makanan setiap hari.
Seiring dengan kepindahannya ke gedung dan lokasi operasional baru di wilayah Tambak, Kecamatan Mojosongo, Boyolali,
SPPG Manggis menghadirkan Chef Nasional Andreas T sebagai instruktur untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para relawan, khususnya di bidang pengolahan makanan. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus dimulai dari peningkatan kompetensi para pelaksana di lapangan.
Dalam pelatihan tersebut, Chef Andreas T membagikan berbagai teknik memasak yang efektif, efisien, higienis, dan profesional. Para relawan dibimbing agar mampu mengolah bahan pangan dengan tepat sehingga kandungan gizi tetap terjaga, cita rasa semakin baik, penyajian lebih menarik, serta proses memasak dapat diselesaikan tepat waktu. Mengingat ribuan porsi makanan harus disiapkan setiap hari dalam waktu yang relatif singkat, keterampilan, koordinasi, dan ketepatan kerja menjadi faktor yang sangat menentukan.
Selain teknik memasak, para relawan juga memperoleh pembekalan mengenai variasi menu, pengelolaan dapur, standar kebersihan, keamanan pangan, hingga tata cara penyajian yang sesuai dengan standar Program MBG. Dengan demikian, setiap menu yang disajikan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memiliki cita rasa yang baik sehingga lebih disukai oleh para penerima manfaat.
Kehadiran Chef Nasional Andreas T menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh relawan SPPG Manggis. Semangat belajar dan meningkatkan kemampuan terlihat dari antusiasme para peserta selama mengikuti setiap sesi pelatihan. Mereka menyadari bahwa pelayanan terbaik kepada masyarakat hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama yang solid, disiplin, dan terus belajar mengikuti perkembangan dunia kuliner.
Pemilik/ Mitra SPPG Manggis Bapak Kukuh Purnomo saat awak media berkunjung di gedung baru, Senen sore 27/07/2026, berharap pelatihan ini mampu meningkatkan profesionalisme seluruh relawan sehingga kualitas pelayanan semakin baik dari hari ke hari. Dengan SDM yang terampil dan dapur yang semakin representatif di lokasi baru, SPPG Manggis optimistis dapat terus menghadirkan menu MBG yang sehat, bergizi, bervariasi, serta memenuhi standar nasional.
Langkah inovatif yang dilakukan SPPG Manggis ini menunjukkan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh tersedianya bahan pangan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengolahnya. Melalui peningkatan kompetensi relawan dan pembinaan langsung dari Chef Nasional Andreas T, SPPG Manggis menegaskan komitmennya menjadi salah satu satuan pelayanan yang profesional, berkualitas, dan siap mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan unggul.
Untuk.memenuhi standar dan pengakuan dari BGN bukan hanya Relawan yang bersertifikasi, namun beberapa bagian bagian perlengkapan Kantor yang sdh ada pengakuan dan sertifikasi yang terpasang diruang kantor.
( Red )








