Memo Indonesia.my.id | Pontianak Kalbar – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Pontianak dinilai bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum strategis untuk menyusun formulasi baru dalam menghadapi dinamika politik ke depan, terutama dalam merebut dukungan generasi muda yang kini menjadi mayoritas pemilih,Minggu (02/08/26) bertempat di Novotel Hotel Pontianak
Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Barat, Ichfani, menegaskan bahwa capaian Partai Golkar selama ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi. Namun, menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi pijakan untuk melakukan pembaruan strategi politik agar Golkar tetap mampu bersaing di tengah perubahan karakter pemilih.
“Prestasi yang telah diraih tentu harus kita akui sebagai pencapaian yang luar biasa. Namun sebagai partai yang modern dan memiliki pengalaman panjang, Golkar harus terus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tantangan politik yang terus berubah,” ujarnya kepada awak media.
Ia berharap Musda kali ini tidak hanya berfokus pada proses pergantian kepemimpinan, tetapi juga menghasilkan strategi konkret untuk meningkatkan perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu mendatang.
Menurut Ichfani, salah satu tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana menarik dukungan dari kalangan pemilih pemula dan generasi muda yang jumlahnya terus meningkat seiring bonus demografi Indonesia.
“Parameter keberhasilan ke depan bukan hanya mempertahankan suara lama, tetapi bagaimana mampu menambah basis pemilih baru, khususnya anak-anak muda yang akan menjadi penentu arah politik pada pemilu berikutnya,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Ketua DPD Partai Golkar Kota Pontianak, Bebby Nailufa, yang dinilai mampu menunjukkan kinerja positif dan meningkatkan eksistensi partai di tingkat kota.
“Saya melihat beliau telah menunjukkan kapasitas dan energi sebagai kader muda. Jika kembali diberikan amanah, saya optimistis Golkar Kota Pontianak mampu meningkatkan perolehan kursi di DPRD,” tambahnya.
Regenerasi dan Optimalisasi Organisasi Sayap

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kota Pontianak, Bebby Nailufa, menegaskan bahwa arah perjuangan partai ke depan akan lebih difokuskan pada penguatan organisasi sayap sebagai mesin politik untuk menjangkau kalangan pemilih muda.
Menurutnya, perubahan komposisi pemilih mengharuskan seluruh struktur Partai Golkar melakukan penyesuaian strategi.
“Kalau kita melihat komposisi pemilih ke depan, sebagian besar adalah anak-anak muda. Karena itu seluruh organisasi yang didirikan maupun didukung Partai Golkar harus dimaksimalkan sebagai wadah pembinaan sekaligus mesin politik,” ujarnya.
Ia menyebut berbagai organisasi sayap seperti AMPI, KPPG, Al-Hidayah, HWK, SOKSI, MKGR, dan organisasi Hasta Karya lainnya harus lebih aktif memberdayakan kader muda agar regenerasi berjalan secara berkesinambungan.
“Organisasi-organisasi tersebut tidak boleh hanya didominasi oleh kader senior. Anak-anak muda juga harus diberikan ruang untuk berperan sehingga regenerasi kepemimpinan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Menurut Bebby, bonus demografi menjadi peluang besar bagi Golkar apabila mampu membaca karakter pemilih masa kini yang lebih dekat dengan teknologi digital, media sosial, serta komunikasi politik yang kreatif.
“Golkar adalah partai yang matang secara pengalaman, tetapi juga harus terus berimprovisasi mengikuti perkembangan zaman. Gaya komunikasi politik sekarang tentu berbeda dengan sebelumnya karena pemilihnya juga sudah berubah,” jelasnya.
Harmoni Antarpartai Dinilai Penting untuk Pembangunan
Dalam kesempatan tersebut, Bebby juga menanggapi munculnya sinyal harmonisasi hubungan politik dengan partai-partai lain, termasuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Menurutnya, komunikasi politik yang baik merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan Kota Pontianak.
“Kami di unsur pimpinan tentu harus terus membangun hubungan yang harmonis dengan semua partai politik. Apalagi Ketua DPRD Kota Pontianak berasal dari PPP, sehingga komunikasi yang baik sangat diperlukan demi memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai peluang kerja sama politik yang lebih luas di masa mendatang, Bebby menyatakan semua kemungkinan tetap terbuka sepanjang dilandasi niat baik dan kepentingan masyarakat.
“Kalau tujuannya baik untuk masyarakat dan pembangunan daerah, tentu komunikasi politik harus terus dibangun. Kenapa tidak? Politik pada dasarnya adalah membangun kebersamaan demi kepentingan yang lebih besar,” tutupnya.
Musda Partai Golkar Kota Pontianak diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas internal,mempercepat regenerasi kepemimpinan,serta menyusun strategi politik yang adaptif dalam menghadapi kontestasi politik mendatang, khususnya dengan memperluas dukungan dari kalangan generasi muda sebagai basis pemilih terbesar pada Pemilu berikutnya.
Syaiful





